PGN Pasok Gas Untuk Pembangkit PLN Wilayah Sumatera

PGN Pasok Gas Untuk Pembangkit PLN Wilayah Sumatera

- detikFinance
Rabu, 30 Des 2009 11:04 WIB
PGN Pasok Gas Untuk Pembangkit PLN Wilayah Sumatera
Jakarta - PT PLN (Persero) menggandeng PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) untuk perjanjian jual beli gas. Gas tersebut disalurkan dalam rangka memenuhi kebutuhan Pusat Listrik di wilayah Sumatera Utara. PGN akan menyerahkan gas dari Terminal Regasifikasi LNG yang akan dibangun di Belawan Sumatera Utara.

"Setelah MoU ditandatangani, nantinya PGN akan memasok gas alam rangka memenuhi kebutuhan Pusat Listrik Talang Duku, Sumatera Selatan sebesar sebesar kurang lebih 8 BBTUD selama 10 tahun. PGN akan menyalurkan gas bumi yang berasal dari pipa SSWJ," ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (30/12/2009).

Kondisi kelistrikan di Sistem Sumatera Bagian Utara saat ini ditunjukkan dengan daya mampu sebesar 1.166 MW sementara beban puncak mencapai 1.247 MW. Pasokan listrik ke sistem Sumatera Bagian Utara ini sebagian disuplai dari pembangkit berbahan bakar gas yaitu PLTGU Belawan/Sicanang dengan kapasitas (400 MW + 370 MW), PLTU Belawan/Sicanang (2 x 65 MW), (PLTG Paya Pasir 20 MW dan PLTG Gelugur 40 MW. Di samping pembangkit eksisting tersebut, untuk mengatasi defisit listrik saat ini sedang dibangun dalam tahap konstruksi PLTG Belawan dengan kapasitas 115 MW.

Dengan masuknya gas tersebut, maka penggunaan BBM untuk pengoperasian PLTGU tersebut akan semakin berkurang. Sebelumnya, PLTGU ini juga telah mendapat pasokan dari TAC Salamander Glagah kambuna sebesar 30 mmscfd.

"Selama ini kan pengoperasian PLTGU ada yang masih pakai solar, jadi dengan tambahan pasokan gas ini akan menggantikan solar," tandasnya.

Perjanjian kerjasama tersebut dilakukan Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso dan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Zahedy Saleh dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Pembangunan Pembangkit dengan menggunakan gas ini sejalan dengan program perbaikan bauran energi yang merupakan salah satu upaya untuk mengurangi konsumsi BBM yang pada tahun 2009 ini masih berkisar di 25% dan diharapkan pada akhir tahun 2011 berkurang menjadi 12%.

Penggunaan pasokan gas untuk pembangkit listrik juga akan mengurangi subsidi untuk listrik secara signifikan. Pemakaian gas untuk pembangkit listrik selain lebih efisien juga ramah lingkungan.

Dahlan menambahkan, pada tahun 2009 ini kebutuhan gas di Sumatera Utara mencapai 145 BBTUD sementara pasokan sebesar 50 BBTUD yang berasal dari Pertamina, TAC Glagah-Kambuna, sehingga masih terdapat kekurangan pasokan untuk pembangkit-pembangkit yang ada sebesar 95 BBTUD atau 66% dari kebutuhan.

“Dengan masuknya PLTG Belawan 115 MW ke dalam Sistem pada tahun 2010 diperkirakan kekurangan pasokan gas akan bertambah lagi sebesar 30 BBTUD jika tidak ada upaya pemenuhan pasokan atas kebutuhan gas ini,” kata Dahlan.
(epi/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads