"Opsi yang ditawarkan dan dibicarakan BP Migas kami akan dapatkan pasokannya dari pengalihan train 2 yang tadinya akan dikirimkan ke Sempra," ujar Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/12/2009).
Hendi menyatakan, pengalihan pengiriman LNG tersebut mungkin dilakukanasalkan PGN sebagai pembeli memberikan biaya pengalihan sebesar 50 sendollar kepada Sempra sehingga harga beli LNG tersebut yaitu minimalharga dari Sempra di tambah biaya pengalihan.
"Karena dalam klausul kontrak Sempra dimungkinkan kalau dibayarkanpremi 50 sen dollar," ungkapnya.
Namun hingga kini, Hendi masih belum dapat memastikan berapa banyak LNG yang akan diambil dari Tangguh.
"Kita siap ambil semua atau sebagian dari divert tersebut,"imbuhnya.
Hendi menyatakan, gas dari LNG Receiving terminal dengan kapasitas tangki sebesar 1,5 mtpa tersebut sekitar 60-70 persen akan disalurkan kepada PLN dan sisanya untuk industri di Medan dan Sumatera Utara.
"Kitakan sudah punya jaringan distribusi di Medan Sumut yangkondisinya memprihatinkan karena kita hanya dapat pasokan dari Glagah Kambuna yang pasokannya terus berkurang. Jadi dengan dibawanya dari Indonesia bagian lain dan adanya LNG Receiving Terminal maka Sumut akan dapat pasokan yang signifikan," paparnya.
(epi/ang)











































