"Saya mengikuti pemikiran Gus Dur sejak ia menulis di jurnal Prisma, majalah Tempo, dan Kompas," kata Darwin dalam paparan kinerja akhir tahun 2009 Departemen ESDM, di Gedung Departemen ESDM, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (31/12/2009).
Salah satu hal yang melekat pada sosok Gus Dur yaitu Gus Dur sebagai tokoh yang membela kaum marginal. Menurut dia, hal ini harus di contoh di lingkungan Departemen ESDM dengan lebih memperhatikan pelaku UMKM di sektor ESDM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Dur sebagai cendikiawan Islam juga memiliki pandangan yang sangat membumi soal Islam. Darwin menilai, Islam yang diajarkan Gus Dur adalah Islam bernuansa Indonesia.
Sebelum acara paparan kinerja Departemen ESDM dimulai, Darwinpun mengajak para pejabat eselon I Departemen ESDM, Kepala BP Migas dan Kepala BPH Migas serta para stakeholder yang bergerak di sektor migas dan pertambangan untuk mengheningkan cipta.
Gus Dur meninggal dunia pada Rabu, 30 Desember 2009 pukul 18.45 WIB di RSCM setelah mengalami komplikasi penyakit. Jenazah Presiden ke-4 Indonesia itu akan dimakamkan di Jombang, Jawa Timur.
(epi/qom)











































