"Prioritas kami adalah memperbaiki trafo yang rusak dengan mencari tenaga dari luar negeri. Butuh empat bulan untuk memperbaikinya," ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan di Gardu Induk Gandul, Depok, Kamis (31/12/2009).
Dahlan menyatakan, selain akan memperbaiki trafo-trafo yang rusak, pihaknya juga tengah mengkaji mekanisme yang akan diambil BUMN listrik tersebut dalam pengadaan trafo baru. Menurut dia, pengadaan trafo baru tersebut sangat penting mengingat saat ini beban trafo-trafo yang ada sudah di atas 90 persen.
Β
"Bagaimana cara mengadakan trafo yang baik dan tepat sedang kita diskusikan, apakan tanpa tender atau dengan tender," ungkap dia.
Dahlan sendiri mengaku dirinya masih belum berani melakukan pembelian trafo tanpa melalui tender, meskipun Kementerian BUMN sudah memberikan sinyal bahwa hal tersebut diperbolehkan menurut aturan.
"Kita belum berani untuk menunjuk langsung karena kalau melanggarkan resikonya berat," kata dia.
Sementara itu, Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko Murtaqi Syamsudin menyatakan, dalam waktu dekat PLN akan memperbaiki empat trafo yang saat ini sedang mengalami kerusakan. Perbaikan trafo tersebut nantinya akan dilakukan oleh tim dari pabrik yang memproduksi trafo tersebut.
"3Β trafo di Kembangan itu dari Areva dan satu trafo di Cawang itu dari Siemens," kata dia.
Selain memperbaiki trafo di dua Gardu Induk tersebut, Murtaqi menyatakan, BUMN listrik tersebut juga akan menambah masing-masing satu trafo di dua gardu yang memasok listrik ke wilayah Jakarta dan sekitarnya tersebut.
"Untuk penambahan dua trafo itu sekarang masih dalam proses," kata dia.
Ia menambahkan, dua trafo baru tersebut merupakan bagian dari 12 trafo yang akan dibeli PLN untuk memperkuat kehandalan sistem Jawa Bali. Sepuluh trafo sisanya rencananya akan disebar di daerah Cibatu, Bekasi, Cilegon, Cibinong, Muara Tawar dan Surabaya.
(epi/ang)











































