Hal ini disampaikan Thomas Sugijata usai pelantikan dirinya sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai di Graha Sawala, Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis malam (31/12/2009).
Menurut Thomas, karyawan DJBC saat ini hanya 10.600 orang, padahal 2 tahun yang lalu masih sekitar 11.000 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bandingkan saja dengan Malaysia, negara seperti itu karyawannya 13 ribu. Indonesia hanya 10.600. Itu saya simpulkan dengan kurang. Coba bandingkan juga Hongkong yang kecil itu 5 ribu pegawai bea cukai-nya. Indonesia saja pulaunya saja 17 ribu," ungkap Thomas.
Namun, sampai sekarang DJBC belum berniat untuk mengajukan tambahan personel. Tambahan pegawai Ditjen Bea Cukai hanya dilakukan sejalan dengan program pemerintah.
"Saya kira untuk penambahan pegawai relatif sulit. Artinya kita hanya mengatakan bahwa diharapkan ada penambahan pegawai tetapi tetap saja sesuai formasi yang telah disiapkan pemerintah," katanya.
Thomas menyatakan DJBC tetap mengusahakan minimalisasi penyelundupan dengan mengoptimalkan kinerja para pegawainya yang telah ada. Salah satu caranya, lanjut Thomas, dengan adanya risk management di mana DJBC akan menambah personelnya pada beberapa tempat rawan penyelundupan.
"Jadi dengan pegawai yang ada harus kita optimalkan. Makanya kita pakai risk management. Jadi kita akan menambah pegawai di tempat yang rawan," jelasnya.
(nia/qom)











































