Tarif Perdagangan ASEAN 0% Mulai Berlaku

Tarif Perdagangan ASEAN 0% Mulai Berlaku

- detikFinance
Sabtu, 02 Jan 2010 10:51 WIB
Tarif Perdagangan ASEAN 0% Mulai Berlaku
Jakarta - Terhitung mulai 1 Januari 2010, China beserta enam negara anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) bergabung ke dalam kawasan perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA).

Dengan berlakunya zona perdagangan bebas itu, maka Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan Thailand pun sudah menghapus tarif hingga hanya 0 persen untuk produk-produk impor.

Keenam negara itu akan menambah 7.881 jenis tarif yang akan diturunkan, sehingga jenis tarif yang akan digunakan untuk Tarif Preferensi Efektif untuk Perdagangan Bebas Asean (Common Effective Preferential Tariffs for ASEAN Free Trade Area/CEPT-AFTA) menjadi total 54.457 atau 99,11 persen dari seluruh jenis tarif perdagangan.

Dengan adanya tambahan jenis tarif tersebut, rata-rata tarif yang berlaku di antara enam negara itu yang sebelumnya turun menjadi 0,79 persen pada 2009 menjadi 0,05 persen pada 2010 ini.

Tahun 2008 lalu, nilai impor produk di ASEAN untuk 7.881 jenis tarif tersebut bernilai sekitar US$ 22,66 miliar atau 11,8 persen dari total nilai impor keenam negara anggota ASEAN itu.

Jenis tarif yang diturunkan meliputi berbagai produk jadi, seperti produk AC, cabe, ikan dan saus kecap, termasuk produk setengah jadi seperti komponen sepeda motor dan mobil. Jenis produk lainnya adalah besi dan baja, plastik, mesin dan barang mekanik, bahan kimia, makanan olahan, kertas, semen, keramik dan barang terbuat dari gelas.

"Kita berharap seluruh pihak terkait bisa mengupayakan agar para pelaku pasar bisa mendapat keuntungan dari pengurangan tarif tersebut," kata Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan seperti dikutip detikFinance dari situs resmi ASEAN, Sabtu (2/1/2010).

Ia mengatakan, keuntungan tersebut juga harus bisa dinikmati oleh semua pihak, termasuk para pelaku bisnis di sektor hilir. "Dengan biaya yang murah, para pebisnis bisa memiliki pilihan yang lebih luas dalam menjual produk, mereka akan maju dan berkompetisi di tingkat global, seperti digambarkan dalam AEC Blueprint," tambahnya.

(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads