Menurut Ketua Badan Anggaran sekaligus anggota Komisi XI DPR-RI Harry Azhar Azis, pemerintah tidak punya alasan lagi jika realisasi penyerapan pajak tahun depan kembali tidak sesuai target.
"Kalau tahun ini kan alasan pemerintah masih ada krisis global sehingga ekonomi melambat. Tahun depan tidak ada lagi alasan eksternal, harus sesuai target," katanya ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (2/1/2010).
Sebelumnya, pemerintah mengungkapkan realisasi penerimaan perpajakan di tahun 2009 tidak mencapai target APBN-P 2009. Penerimaan perpajakan hanya Rp 641,2 triliun atau 1,7% lebih rendah dari target.
Meski begitu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 224,5 triliun atau 3% lebih tinggi dari target dalam APBN-P 2009. Dengan pencapaian ini, realisasi pendapatan dan hibah negara sepanjang 2009 mencapai Rp 866,8 triliun atau 0,5% di bawah targetnya dalam APBN-P 2009.
Harry menambahkan, selain harus memperhatikan faktor eksternal, penyerapan pajak juga harus memperhatikan sisi internal atau birokrasi di tubuh pemerintah sendiri. "Jangan sampai pajak disclaimer dibiarkan saja terus-terusan," katanya.
Ia juga menambahkan, seharusnya pemerintah memiliki metode perencanaan dengan skenario terburuk, seperti menghadapi krisis, bencana dan lain sebagainya. Sehingga target penerimaan pajak bisa disusun dengan baik.
"2010 nanti targetnya harus lebih tinggi, atau paling tidak sama dengan tahun ini. Tapi tetap harus sesuai target," tambahnya.
(ang/dru)











































