"Masukan-masukan banyak dari asosiasi. Kita sedang kumpulkan, dan benar akan rapat koordinasi dengan Menko pada hari Selasa. Ada industri baja, sepatu, tekstil dan produk tekstil (TPT), petrokimia, mebel, elektronik, kimia," ujar Ketua Apindo Djimanto dalam perbincangan dengan detikFinance melalui sambungan telepon Minggu (3/01/2010).
Menurutnya, Apindo ingin agar proses penundaan penerapan FTA secepatnya teralisir. Namun ia mengakui, untuk mencapai tujuan tersebut memang masih dibutuhkan proses diskusi yang panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam daftar Apindo telah terdapat industri-industri yang menyatakan penundaann FTA, terkait kemampuan mereka yang berdaya saing rendah. "Kami usulkan penundaan di 2018 atau 2015, tergantung bobot dan daya saing. Kalau saat ini, kita masih kalah dengan China. Butuh waktu," imbuh Djimanto.
"Yang terpenting adalah pasar kita. Jangan disuplai barang luar negeri terlalu banyak. Seluruh pihak harus mendukung, pemerintah, pemda (Pemerintah Daerah), pengusaha, buruh. Jangan hanya bisa demo saja. Pasar harus diisi dengan produk made in Indonesia, kalau sayang dengan Indonesia," tambahnya.
Sebelumnya, 25 Desember 2009 pemerintah tim FTA ASEAN China bersama dengan Apindo dan Kadin Indoneia. Tim bertujuan sebagai wadah keluhan pengusaha dalam menghadapi FTA.
Wakil Sekretaris Jenderal Apindo, Franky Sibarani berharap dengan adanya tim bersama ini, ke depannya forum ini akan bisa memperkuat dunia usaha dalam pelaksanaan debottlenecking dan optimalisasi pengamanan pasar domestik dan ekspor.
(wep/epi)











































