Pemerintah dan Pengusaha Rapatkan Barisan Bahas FTA

Pemerintah dan Pengusaha Rapatkan Barisan Bahas FTA

- detikFinance
Minggu, 03 Jan 2010 14:46 WIB
Pemerintah dan Pengusaha Rapatkan Barisan Bahas FTA
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) akan bertemu dengan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, Selasa (5/01/2009) besok. Bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia), Apindo akan melalukan koordinasi lanjutan untuk memberikan masukan mengenai penerapan Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China.

"Masukan-masukan banyak dari asosiasi. Kita sedang kumpulkan, dan benar akan rapat koordinasi dengan Menko pada hari Selasa. Ada industri baja, sepatu, tekstil dan produk tekstil (TPT), petrokimia, mebel, elektronik, kimia," ujar Ketua Apindo Djimanto dalam perbincangan dengan detikFinance melalui sambungan telepon Minggu (3/01/2010).

Menurutnya, Apindo ingin agar proses penundaan penerapan FTA secepatnya teralisir. Namun ia mengakui, untuk mencapai tujuan tersebut memang masih dibutuhkan proses diskusi yang panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nantinya semua masukan akan dirangkum dalam kategori HSL (Highly Sensitive List ), lalu kita kasih ke pemerintah, kemudian dibawa ke ASEAN dan China. Kami sih inginnya cepat, namun pembicaraan baru bersifat kualitatif belum kuantitatif, hingga kapan-kapannya belum dipastikan," papar Djimanto.

Dalam daftar Apindo telah terdapat industri-industri yang menyatakan penundaann FTA, terkait kemampuan mereka yang berdaya saing rendah. "Kami usulkan penundaan di 2018 atau 2015, tergantung bobot dan daya saing. Kalau saat ini, kita masih kalah dengan China. Butuh waktu," imbuh Djimanto.

"Yang terpenting adalah pasar kita. Jangan disuplai barang luar negeri terlalu banyak. Seluruh pihak harus mendukung, pemerintah, pemda (Pemerintah Daerah), pengusaha, buruh. Jangan hanya bisa demo saja. Pasar harus diisi dengan produk made in Indonesia, kalau sayang dengan Indonesia," tambahnya.

Sebelumnya, 25 Desember 2009 pemerintah tim FTA ASEAN China bersama dengan Apindo dan Kadin Indoneia. Tim bertujuan sebagai wadah keluhan pengusaha dalam menghadapi FTA.

Wakil Sekretaris Jenderal Apindo, Franky Sibarani berharap dengan adanya tim bersama ini, ke depannya forum ini akan bisa memperkuat dunia usaha dalam pelaksanaan debottlenecking dan optimalisasi pengamanan pasar domestik dan ekspor.


(wep/epi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads