Hadapi FTA ASEAN-China, RI Tak Boleh Cengeng

Hadapi FTA ASEAN-China, RI Tak Boleh Cengeng

- detikFinance
Senin, 04 Jan 2010 15:07 WIB
Hadapi FTA ASEAN-China, RI Tak Boleh Cengeng
Jakarta - Indonesia tidak boleh bersikap cengeng dalam menghadapi Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China. Indonesia justru harus bisa memanfaatkan berbagai peluang yang ada.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (4/1/2010).

Menurut Rusman, selama ini banyak pihak berasumsi pelaksanaan FTA ini akan memperburuk perekonomian Indonesia sehingga melupakan peluang yang ada dalam program yang dimulai per 1 Januari 2010 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak bisa cengeng. Kita harus memanfaatkan peluang yang menguntungkan dari FTA. Jadi tidak serta merta mengundurkan diri," tegas Rusman.

Rusman menambahkan memang perlu adanya negoisasi untuk industri-industri yang dianggap belum siap. Ia mengakui selama ini antisipasi pemerintah masih kurang dan terlambat. Tetapi, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali mengusahakan antisipasi dampak buruk FTA ini.

Ia menambahkan, pelaksanaan FTA ini akan memberikan 2 dampak pada Indonesia. Pertama, FTA memungkinkan adanya kenaikan ekspor Indonesia jika kita memanfaatkan peluang sedangkan dampak. Kedua, industri Indonesia akan babak belur karena harga barang China memang terkenal murah.

"Antisipasi kita kurang ada roadmap, tapi biar telat yang penting ada usaha peningkatan sehingga jika cekatan maka paling tidak ekspor kita akan seimbang lha," jelas Rusman.

(nia/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads