Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (4/1/2010).
"Dari zaman Pak Harto sudah diusahakan inflasi di bawah 5%, tapi ternyata baru bisa diwujudkan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena faktor eksternal mendukung penurunan permintaan, sehingga harga tidak bergejolak," jelasnya.
Rusman juga menyebutkan, inflasi di bawah 3% telah diproyeksikan oleh pihaknya sejak Januari tahun lalu.
"Itu juga karena di mata konsumen ada suatu obsesi semua serba cukup, misal swasembada pangan, sehingga belanja konsumen tidak menjadi liar," ujarnya.
Seperti diketahui, pada Desember 2009 inflasi berada di posisi 0,33 %. Sedangkan secara akumulatif sebesar 2,78% dan untuk komponen inti sebesar 4,28 %. Sepanjang tahun 2009, jelas Rusman, Indonesia sempat mengalami deflasi sebanyak 3 kali yaitu pada bulan Januari, April, dan November.
(nia/qom)











































