Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai Konferensi Pers Evaluasi Kinerja Ekonomi 2009 dan Prospek 2010 di Gedung Menteri Perekonomian, Jakarta, Senin (04/01/2010).
"Cadangan devisa, walaupun ekspor mengalami kontraksi, namun ada capital inflow. Sehingga bisa mencapai posisi tertinggi dari US$ 65,9 miliar di 2009, menjadi sebesar US$ 73 miliar di tahun 2010," ujarnya.
Sri Mulyani mengatakan, besaran cadangan devisa yang treus meningkat akan meningkatkan ketahanan ekonomi RI terutama.
Selain cadangan devisa, Sri Mulyani juga memaparkan mengenai pertumbuhan yang cukup besar yaitu 5,5%, serta penetapan inflasi 2010 sebesar 5% plus minus 1%.
"Inflasi mungkin akan pada kisaran yang tidak sebagus tahun 2009, tetapi saya rasa dengan asumsi inflasi 5% plus minus 1% masih ada dalam range," tutur Sri Mulyani.
Sementara itu, lanjut Sri Mulyani, tingkat bunga SBI 3 bulan, diasumsikan APBN tetap pada posisi 6.5% memang dinilai cukup rendah namun tidak berarti tingkat bunga SBI tidak akanberubah.
"Posisi 6,5% merupakan asumsi yang rendah, tetapi memang dengan tren inflasi yang lebih tinggi. Ini berarti kita tidak akan mempertahankan tingkat BI Rate secara sangat spesifik," ujarnya.
(dru/dnl)










































