Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di acara konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (5/1/2010).
"Sampai akhir tahun 2009 diperkirakan non migas minus 12%, kalau total ekspor minus 17%-18%," kata Mari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kinerja total ekspor sepanjang Januari-November 2009 telah tembus mencapai US$ 103,15 miliar atau minus 19,5% dibandingkan periode yang sama di 2008. Pada periode itu nilai ekspor non-migas mencapai US$ 86,64 miliar atau minus 13,7%.
"Neraca perdagangan Januari-November 2009 mengalami surplus sebesar US$ 16,6 miliar atau 57,2% lebih tinggi dari surplus periode yang sama tahun 2008," katanya.
Dikatakannya perdagangan Indonesia untuk beberapa negara di 2009 mengalami penurunan karena imbas krisis global, namun untuk negara-negara seperti ke China dan India justru positif.
Volume Ekspor Tahun 2010 Optimis Tumbuh Positif
Sementara itu pada tahun 2010 proyeksi kinerja ekspor diperkirakan akan mengalami pertumbuhan positif. Hal ini karena ditopang oleh adanya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di 2010 yang tumbuh sebesar 3,2%.
"Kita optimis ada pertumbuhan di 2010, secara volume ekspor akan tumbuh 5,1%, dimana non-migas 6-7,5%," imbuh Mari.
(hen/qom)











































