Negosiasi Perjanjian Perdagangan Perbatasan RI-Malaysia Molor

Negosiasi Perjanjian Perdagangan Perbatasan RI-Malaysia Molor

- detikFinance
Selasa, 05 Jan 2010 15:01 WIB
Negosiasi Perjanjian Perdagangan Perbatasan RI-Malaysia Molor
Jakarta - Negosiasi pembahasan revisi kerjasama perdagangan wilayah perbatasan (Border Trade Agreement /BTA) antara Indonesia dengan Malaysia molor dari target.

Rencananya sebelum tahun 2009 berakhir, revisi aturan itu sudah selesai. Namun hingga memasuki tahun 2010 hasil kesepakatan kedua negara belum tercapai.

"Baru kita bisa selesaikan tahun 2010 ini," kata Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (5/1/2010)

Gusmardi mengatakan pihak Indonesia sudah lama mengirim proposal draft mengenai revisi itu namun sampai saat ini belum mendapat respon dari pihak Malaysia.

Salah satu draft proposal yang telah disampaikan oleh Indonesia adalah mengenai batas belanja maksimal yang diusulkan naik dari sebelumnya maksimal 600 ringgit per pas menjadi 1.500 ringgit per pas.

"Kita sudah kirim draft-nya. Kita hanya tinggal tunggu mereka saja. Kalau dari kita nggak ada masalah," katanya.

Kerjasama wilayah perbatasan kedua negara prinsipnya untuk memberikan kemudahan kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan kedua negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini masyarakat Indonesia seperti di Nunukan Kalimantan Timur kerap berbelanja ke wilayah Tawau Malaysia dengan berbagai alasan seperti harga yang lebih murah karena lebih dekat dengan Malaysia dan lain-lain.

Perjanjian perdagangan wilayah perbatasan RI-Malaysia telah ada sejak tahun 1967, kemudian pada tahun 1970 dilakukan revisi pertama dan dilakukan revisi kedua pada tahun 1994 hingga sekarang akan diajukan draft revisi.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads