Menneg BUMN: Dirut Pertamina Tidak Diganti, Wakil Dirut Dihapuskan

Menneg BUMN: Dirut Pertamina Tidak Diganti, Wakil Dirut Dihapuskan

- detikFinance
Selasa, 05 Jan 2010 15:35 WIB
Menneg BUMN: Dirut Pertamina Tidak Diganti, Wakil Dirut Dihapuskan
Jakarta - Menneg BUMN Mustafa Abubakar menegaskan pemerintah belum akan mengganti Karen Agustiawan sebagai Dirut Pertamina. Namun posisi Wakil Dirut Pertamina yang kini dijabat Omar S Anwar akan dihapuskan.

"Dirut enggak (diganti), jadi saya clear -kan atas spekulasi. Wakil Dirut juga dipastikan sudah tidak ada," jelas Mustafa saat ditemui dikantornya, Jakarta, Selasa (5/1/2010).

Sumber detikFinance sebelumnya mengatakan, Direktur Keuangan Pertamina Ferederick ST Siahaan menjadi salah satu calon kuat Dirut Pertamina. Ferederick telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan. Calon lainnya adalah Karen sendiri.

Mustafa menegaskan, untuk posisi Wakil Dirut memang akan dihilangkan, layaknya yang sudah terjadi di PT PLN (persero). Kewenangan Wakil Dirut yang selama ini dipegang akan disebar ke direktur lainnya.

"Kita lebih sebar kewenangan kepada direktur, jadi berjenjang. Ada direktur yang sifatnya menyeluruh, ada juga direktur yang bersegmentasi di hulu atau pengolahan. Kan ada pemasaran juga," imbuh Mustafa.

Mengenai Omar S Anwar yang kini masih menjabat sebagai Wakil Dirut Pertamina, Mustafa mengaku belum akan menentukan posisi selanjutnya.

"Nanti kita lihat, yang jelas sama dengan PLN, posisi Wakil Dirut tidak ada," tegasnya.

Namun Mustafa menegaskan, penghapusan posisi Wakil Dirut ini tidak akan diterapkan ke semua BUMN. Semua tergantung pada kondisi BUMN bersangkutan.

"Saya sering katakan itu conditional, tergantung masing-masing BUMN. Tapi sementara dua ini yang kita lihat bahwa kesimpulan dari tim interdep kita lebih bagus ditiadakan," tambah mantan Dirut Bulog ini.

Untuk struktur direksi Pertamina, menurut Mustafa akan berbeda dengan PLN yang ditambah menjadi 9 direksi. Menurut Mustafa, jumlah direksi di Pertamina kemungkinan lebih sedikit dibanding PLN.

"Kemungkinan kalau Pertamina tidak sebanyak PLN, di bawah 9 direksi," ujarnya.

Mustafa memastikan perombakan direksi Pertamina akan dituntaskan pada pertengahan Januari. Perombakan manajemen Pertamina ini merupakan bagian dari program 100 hari kinerja pemerintah.

"Kira-kira minggu kedua Januari sudah bisa saya lantik," pungkasnya.
Β 
Mengenai alasan perombakan Direksi Pertamina, Mustafa mengatakan hal itu ditujukan untuk meningkatkan kinerja.

"Supaya tidak kehilangan momentum peningkatan kinerja Pertamina baik dalam profit maupun pelayanan publik. Tahun 2010 ini sangat bagus, saya kira harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Diperlukan profesionalisme yang tinggi, kemudian solidaritas tim yang kuat dengan komando yang betul-betul nanti dengan tim yang handal," urai Mustafa. (qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads