Permintaan Minyak Global 2010 Capai 86,3 Juta bph

Permintaan Minyak Global 2010 Capai 86,3 Juta bph

- detikFinance
Rabu, 06 Jan 2010 09:58 WIB
Permintaan Minyak Global 2010 Capai 86,3 Juta bph
Jakarta - International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan minyak global tahun 2010 meningkat sebesar 0,13 juta barel per hari menjadi 86,3 juta barel per hari (bph).

Menurut situs Direktorat Jenderal Minyak dan Gas bumi (Ditjen Migas) yang dikutip detikFinance, Rabu (6/1/2010), permintaan minyak tersebut dihasilkan dari peningkatan aktivitas ekonomi di Asia dan Timur Tengah.

"Peningkatan permintaan ini diperkirakan Tim harga Minyak Indonesia dapat memperkuat harga minyak internasional bulan Januari 2010," demikian keterangan dari Ditjen Migas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor lain yang dapat memperkuat harga minyak internasional adalah gejolak geopolitik yang terjadi antara Iran dan Irak serta sabotase pada jalur pipa Irak, menimbulkan kekhawatiran pasar akan terhambatnya suplai minyak dari negara-negara Timur Tengah dan ancaman gerilyawan MEND akan kembali menyerang fasilitas minyak di Nigeria.

Wilayah Northeast AS (pasar heating oil terbesar di dunia) yang dilanda musim dingin yang sangat dingin, berpotensi meningkatkan permintaan akan produk minyak terutama heating oil.

Sementara faktor yang dapat memperlemah harga minyak mentah internasional adalah meningkatnya produksi minyak mentah Non OPEC, terutama Rusia yang mencapai 10,07 juta barel per hari dalam dua bulan terakhir akibat meningkatnya produksi di lapangan Vankor milik Rosneft di Siberia Utara dan Centre for Global Energy Studies (CGES) memperkirakan suplai minyak mentah OPEC pada tahun 2010 mengalami peningkatan sebesar 0,4 juta barel per hari dibandingkan tahun 2009.

Selain itu, tingkat pengoperasian kilang minyak di AS, Eropa dan Jepang yang hanya mencapai 80% dari kapasitas sehubungan dengan rendahnya marjin kilang, tingginya produk minyak dan lemahnya permintaan serta masih tingginya stok minyak mentah yang disimpan di lepas pantai.
(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads