Peritel-peritel asing seperti Giant dan Carrefour dituding lebih memilih melakukan impor langsung untuk produk-produk seperti alas kaki, pakaian, makanan dan minuman dari China karena dianggap lebih murah.
Walhasil, langkah ini membuat pedagang pasar resah karena dipastikan barang-barang impor itu lebih murah dan mengancam persaingan usaha pelaku pasar tradisional.
Di sisi lain para pedagang pasar untuk melakukan impor secara langsung tidak memungkinkan, paling-paling hanya mengandalkan jalur rantai distribusi yang panjang dari importir sehingga harganya kompetitif.
Sekretaris Jenderal APPSI Ngadiran mengatakan impor langsung oleh peritel moderen itu berdampak pada harga yang lebih miring hingga 20% dari produk lokal. Maklum saja para pedagang pasar mengklaim justru lebih banyak menjual barang-barang lokal yang dianggap kurang kompetitif.
"Adanya FTA ini toko ritel moderen diuntungkan, karena bisa impor langsung pastinya harganya lebih murah dari kita," kata Ngadiran saat dihubungi detikFinance , Rabu (6/1/2009).
Ia mengatakan berdasarkan laporan dari anggotanya di tingkat grosir di beberapa Pasar Tanah Abang,Pasar senen, Pasar Jatinegara barang-barang impor eks China
seperti alas kaki, pakaian jadi, makanan dan minuman sudah sangat cepat masuk ke pasar dalam negeri per tanggal 5 Januari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu salah satu pelaku ritel moderen seperti Carrefour melalui Director Corporate Affairs PT Carrefour Irawan D Kadarman mengakui selama ini pihaknya
malakukan langkah impor langsung terhadap beberapa jenis produk yang dijual Carrefour.
Namun impor langsung tersebut relatif sangat sedikit dari total porsi barang impor. Itu pun hanya produk-produk yang hanya dibuat diluar negeri. Selain itu, impor langsung lebih efektif jika barang-barang itu berasal dari negara jaringan Carrefour dalam hal ini barang-barang impor dari Perancis.
"Yang kita jual itu 95% adalah barang-barang produksi lokal,sisanya barang-barang impor karena memenuhi permintaan konsumen," kata Irawan.
Ia menjelaskan barang-barang impor yang ada di Carrefour selain diimpor langsung oleh pihak Carrefour, namun mayoritas lebih banyak diperoleh pemasok dari importir lain. Barang-barang yang diimpor langsung oleh Carrefour lebih banyak pada produk yogurt, produk-produk pangan dan lain-lain.
"Ritel boleh melakukan impor langsung, asalkan ada izinnya," jelasnya.
(hen/dnl)











































