Kadin: Pergantian Direksi Pertamina Jangan Politis

Kadin: Pergantian Direksi Pertamina Jangan Politis

- detikFinance
Kamis, 07 Jan 2010 19:32 WIB
Kadin: Pergantian Direksi Pertamina Jangan Politis
Jakarta - Kalangan pengusaha mengharapkan pergantian jajaran direksi PT Pertamina (persero) harus didasarkan pada profesionalisme bukan landasan politis. Jika dasarnya politis, maka Pertamina sebagai perusahaan besar akan sulit berkembang.

"Yang penting jangan berdasarkan politis, harus dipilih orang-orang yang profesional dan kompeten di bidangnya," kata Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Herman Afif saat dihubungi detikFinance , Kamis (7/1/2010).

Herman menambahkan, pergantian direksi saat ini merupakan langkah positif sebagai upaya memperbaiki kinerja Pertamina. Maklum saja, sebagai perusahaan besar, Pertamina harus diisi oleh jajaran direksi yang bisa bekerja dalam satu tim yang kuat.

"Wajar saja kalau proses pergantiannya memerlukan waktu," katanya.

Mengenai penghapusan posisi Wakil Dirut Utama (Wadirut) Pertamina, menurutnya sudah sangat tepat, sebab selama ini posisi Wadirut Pertamina tak memiliki arti penting bahkan terkesan mengada-ada.

"Selama ini apa kerjaannya, posisi Wakil Dirut terlalu mengada-ada, sejak dari dulu," tegasnya.

Sementara itu Direktur Pusat Sudi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria saat dihubungi terpisah mendesak kepada Tim Penilai Akhir dan Presiden agar memilih direksi yang kredibel.

Jabatan direksi Pertamina, menurutnya merupakan posisi yang strategis, sehingga kemampuan dan kehandalan calon direksi harus diuji melalui fit and proper test .

"Pertamina BUMN strategis dan aset bangsa yang berharga, saya minta Presiden selaku Ketua Tim Penilai Akhir dan anggota Tim Penilai Akhir lainnya untuk benar-benar memilih orang-orang yang pas," tegasnya.

Ia mengharapkan, jangan sampai terjadi seseorang yang tidak lulus fit and proper test namun tetap diangkat sebagai direksi Pertamina demi karena alasan politis, nepotisme dan lain-lain.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads