SBY Minta Penetapan Direksi Pertamina Digodok Matang Sekali

SBY Minta Penetapan Direksi Pertamina Digodok Matang Sekali

- detikFinance
Jumat, 08 Jan 2010 14:01 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan penetapan jajaran direksi dan komisaris PT Pertamina (persero) dilakukan dengan persiapan yang sangat matang. Hal ini berbeda dengan saat penetapan direksi PT PLN (persero) yang justru diminta dilakukan secepatnya.

Menurut Menneg BUMN Mustafa Abubakar penetapan direksi baru PLN bisa jadi mundur ke akhir Januari 2010. Hal ini sesuai dengan permintaan Presiden tersebut.

"Bisa jadi (akhir Januari), tergantung Presiden. Kalau Presiden bilang tidak usah terburu-buru. Waktu di PLN dulu, dia dorong secepatnya, kalau ini sedemikian harus matang sekali," ujar Mustafa di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/1/2010).

Namun menurut Mustafa, saat ini sebenarnya penetapan direksi dan komisaris Pertamina sudah matang dan sudah berada di tingkat tim evaluasi yang terdiri dari 4 menteri.

"Empat menteri ini menilai untuk melihat kecocokan yang lolos ini yang di pos mana, yang di-floating oleh kita ini diminta persetujuan ke Presiden," imbuhnya.

Finalnya, lanjut Mustafa, adalah persetujuan dari Presiden.

"Tunggu seminggu, dua minggu lagi yah," ujar Mustafa dengan ramah.

Sumber detikFinance sebelumnya mengatakan, Direktur Keuangan Pertamina Ferederick ST Siahaan menjadi salah satu calon kuat Dirut Pertamina. Ferederick telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan. Calon lainnya adalah Karen sendiri.

Selain itu, posisi Wakil Dirut Pertamina yang kini dijabat Omar S Anwar sudah dipastikan akan dihapus. Pemerintah juga akan segera mengisi posisi Direktur Hulu Pertamina yang kini masih kosong setelah Karen Agustiawan menjadi Dirut.

Laba 2010

Mustafa juga mengatakan, pemerintah berharap Pertamina bisa meraup untung hingga Rp 20 triliun di tahun 2010. Angka tersebut berarti lebih tinggi dari tahun 2009 yang hanya tercetak laba Pertamina Rp 17,8 triliun.

"Yang Rp 20 triliun di 2010 sebab ekonomi kita sedang bagus dan harga minyak internasional juga sedang baik," pungkasnya. (qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads