Bantu Industri Hadapi FTA, Perbankan Harus Giat Salurkan Kredit

Bantu Industri Hadapi FTA, Perbankan Harus Giat Salurkan Kredit

- detikFinance
Senin, 11 Jan 2010 13:56 WIB
Bantu Industri Hadapi FTA, Perbankan Harus Giat Salurkan Kredit
Jakarta - Pemerintah mengharapkan pihak perbankan semakin giat menyalurkan kredit pada sektor industri domestik sehingga bisa terus bersaing dalam menghadapi perdagangan bebas atau ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA).

Demikian dikatakan Menteri Perindustrian MS Hidayat saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (11/1/2010).

Menurut Hidayat, salah satu cara agar industri domestik dapat bersaing dalam AC-FTA adalah pemberian kredit dari bank.

"Salah satu masalah yang dihadapi industri dalam AC-FTA adalah bunga yang tinggi, untuk itu sektor industri harus disuplai oleh kredit. Bank jangan hanya berorientasi profit, tapi juga pertumbuhan ekonomi." jelasnya.

Hidayat menyatakan pengucuran kredit dari perbankan sangat diperlukan. Pasalnya, selama ini yang menjadi masalah terbesar pada sektor industri lokal adalah biaya produksi yang tinggi. "Masalahnya ada pada, biaya bunga dan pungli. Bahkan di China ada subsidi bunga," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Hidayat, untuk menghadapi masalah AC-FTA ini, hal lain yang perlu dipersiapkan adalah non tariff barrier dan pengamanan. Pengamanan seperti save guard diperlukan untuk mengantisipasi jika terjadi gelombang impor yang amat banyak.

"Kalau ada gelombang impor minta custom dan diperiksa, lalu disesuaikan  dengan ketentuan yang ada," jelasnya.

Hidayat menambahkan penetapan peraturan tehadap barang-barang ilegal harus semakin digalakkan. Dengan begitu, tidak ada celah lagi bagi para importir nakal. "Bea cukai harus lakukan law enforcement untuk barang ilegal yang masuk. Tidak ada  kompromi," tegas Hidayat.

(nia/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads