Demikian dikatakan Menteri Perindustrian MS Hidayat saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (11/1/2010).
Menurut Hidayat, salah satu cara agar industri domestik dapat bersaing dalam AC-FTA adalah pemberian kredit dari bank.
"Salah satu masalah yang dihadapi industri dalam AC-FTA adalah bunga yang tinggi, untuk itu sektor industri harus disuplai oleh kredit. Bank jangan hanya berorientasi profit, tapi juga pertumbuhan ekonomi." jelasnya.
Hidayat menyatakan pengucuran kredit dari perbankan sangat diperlukan. Pasalnya, selama ini yang menjadi masalah terbesar pada sektor industri lokal adalah biaya produksi yang tinggi. "Masalahnya ada pada, biaya bunga dan pungli. Bahkan di China ada subsidi bunga," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Hidayat, untuk menghadapi masalah AC-FTA ini, hal lain yang perlu dipersiapkan adalah non tariff barrier dan pengamanan. Pengamanan seperti save guard diperlukan untuk mengantisipasi jika terjadi gelombang impor yang amat banyak.
"Kalau ada gelombang impor minta custom dan diperiksa, lalu disesuaikan dengan ketentuan yang ada," jelasnya.
Hidayat menambahkan penetapan peraturan tehadap barang-barang ilegal harus semakin digalakkan. Dengan begitu, tidak ada celah lagi bagi para importir nakal. "Bea cukai harus lakukan law enforcement untuk barang ilegal yang masuk. Tidak ada kompromi," tegas Hidayat.
(nia/dnl)










































