Meskipun demikian, lonjakan harga teh dunia tahun (2010) ini diperkirakan akan menurun. "Penyebabnya, karena kondisi cuaca yang kembali normal untuk produksi teh (sehingga suplai stabil)," tutur Atase Pertanian KBRI Roma Dr Erizal Sodikin kepada detikcom hari ini, Senin (11/1/2010), mengutip laporan akhir tahun Food and Agriculture Organization/FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian).
Sebelumnya harga teh dunia untuk teh hitam sempat mencapai rekor tertinggi di 2009. Berdasarkan harga kompositnya, harga teh hitam saat itu mencapai US$ 3,18 per kg, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harga teh tahun sebelumnya (2008), yang hanya mencapai US$ 2,38 per kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa negara seperti India berjanji tidak akan melakukan perluasan areal penanaman melebihi apa yang sudah mereka tanam. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan antara suplai dan permintaan teh dunia, demikian Erizal berdasarkan pernyataan Sekretaris Kelompok Antarpemerintah Bidang Teh FAO, Kaison Chang.
Disebutkan, bahwa berbeda dengan negara maju harga teh dunia yang tinggi di negara berkembang akan mempengaruhi harga teh di pasar ritel.
Sebagai contoh, pada September 2009 di India rata-rata harga teh di pasar ritel mencapai harga 15% lebih tinggi dari pada bulan sama di tahun sebelumnya (2008). Di Pakistan pada kurun waktu sama harga di pasar ritel meningkat sekitar 12%.
(es/es)











































