Presiden Minta Kerjasama RI-Jepang Dilanjutkan

Presiden Minta Kerjasama RI-Jepang Dilanjutkan

- detikFinance
Senin, 11 Jan 2010 15:30 WIB
Presiden Minta Kerjasama RI-Jepang Dilanjutkan
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap kerjasama yang selama ini dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Jepang dilanjutkan. Caranya, dengan mempertahankan kerjasama yang telah dijalin dan membuka peluang kerjasama baru.

"Presiden mengharapkan kami tetap melanjutkan kerjasama dengan Indonesia," kata Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Masayuki Naoshima saat jumpa pers usai bertemu dengan Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Senin (11/1/2010).

Masayuki menjelaskan, pertemuannya dengan SBY tersebut merupakan upaya untuk memperkokoh kerjasama kedua negara. Dia pun menyambut baik permintaan SBY untuk menjalin kerjasama tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai komitmen investasi Jepang di Indonesia. Namun tidak Masayuki tidak menjelaskan secara detil investasi bidang apa yang dibicarakan. "Tentunya untuk mencapai pertumbuhan perekonomian Indonesia, dibutuhkan investasi dari Jepang," ujarnya.

Economic Coridor

Dalam pertemuan dengan Presiden SBY, Masayuki juga membahas mengenai economic coridor, yang dikhususkan untuk beberapa wilayak Indonesia terpilih yang nantinya akan dijadikan sentra pertumbuhan ekonomi kawasa.

"Investigasi belum ada komitmen daris egi angka. Tapi dibahas sektor mana saja yang akan digarap di luar sektor yang saat ini sudah ada," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Mari mengatakan, salah satu yang akan digarap oleh Jepang adalah economic coridor, di mana meliputi 6 wilayah di Indonesia di antaranya Sumatera bagian timur, Pantura, Kalimantan Barat, Bali, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara.

"Ini meniru program Mumbai Coridor yang juga digagas oleh Jepang,"imbuhnya.

Mari mengatakan, diharapkan pada 2012 nanti program economic coridor ini sudah mulai berjalan. Program ini juga dimasukkan dalam 100 hari pemerintahan SBY.

(anw/dro)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads