Pemerintah Kaji 2 Opsi Untuk Kelanjutan Asahan

Pemerintah Kaji 2 Opsi Untuk Kelanjutan Asahan

- detikFinance
Senin, 11 Jan 2010 16:47 WIB
Pemerintah Kaji 2 Opsi Untuk Kelanjutan Asahan
Jakarta - Pemerintah akan mengkaji dua opsi terkait kelanjutan proyek Asahan yang merupakan proyek kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Jepang.

"Kemungkinannya dua yaitu diteruskan kerjasama namun skema bisnisnya diperbaiki untuk lebih menguntungkan Indonesia. Atau kedua, sama sekali di take over oleh Indonesia," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (11/1/2010).

Namun Hidayat mengakui, pemerintah Jepang melalui Perdana Menterinya telah menyampaikan keinginannya secara resmi untuk memperpanjang kerjasama tersebut.

"Saya menangkap semangat pemerintah Jepang untuk terus kerjasama. Hanya pesan Presiden saya diminta merundingkan skema bisnis-nya," ungkap dia.

Proyek Asahan merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Jepang dalam memanfaatkan aliran Sungai Asahan yang bersumber dari Danau Toba untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

PLTA ini digunakan sebagai sumber energi bagi pabrik peleburan aluminium di Tanjung Gading Batubara, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Dimulai awal tahun 1980-an, perjanjian kerja sama tersebut akan berakhir pada 2013 dengan opsi pemerintah bisa menguasai sepenuhnya Proyek Asahan, atau kembali melanjutkan kerja sama dengan Jepang.

"Expired date -nya baru 2013, tapi by law perundingan mulai 2010. Jadi saya diminta jadi negotiator atas nama Indonesia. Sekarang sudah mulai. Akhir bulan depan mungkin saya akan ke Jepang sama mereka-mereka," lanjut Hidayat.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads