Hal ini disampaikan Senior Vice President of ShippingΒ PT Pertamina (Persero) Suhartoko di sela acaraΒ Β Pameran insiasi Produk, Sistem dan Infrastruktur serta Moda Transportasi Baru Pertamina, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira 10, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
"Dari 170 kapal yang kami gunakan untuk angkut BBM dan elpiji, tinggal 12 kapal yang sedang dalam proses pergantian ke bendera Indonesia," ujar Suhartoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyatakan, perseroan telah mengirimkan surat untuk memperoleh perpanjangan tenggat waktu hingga 31 Maret 2010 kepada Departemen Perhubungan.
"Lampu hijau melalui Dephub sudah diberikan. Mereka akan meninjau ulang lagi setiap bulannya," kata dia.
Suhartoko menjelaskan perpanjangan waktu tersebut dilakukan karena ternyata untuk merealisasikan hal tersebut membutuhkan waktu yang lama karena dalam aturan tersebut menyebutkan pemilik kapal harus perusahaan Indonesia dan diawaki oleh orang Indonesia. Sementara pada kenyataannya, kapal-kapal yang mengangkut elpiji dan BBM tersebut adalah kapal-kapal sangat besar dengan harga yang mahal.
"Jarang ada perusahaan dalam negeri yang mau berinvestasi untuk pengadaan kapal tersebut," tandasnya.
(epi/qom)











































