Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya menyatakan, dari 14 juta kilo liter solar hasil produksi kilang dalam negeri sekitar 11,250 juta kiloliter dialokasikan untuk BBM bersubsidi sehingga BUMN Migas tersebut memiliki kelebihan 3,75 juta kiloliter solar.
"Kalau AKR dan Petronas mau beli ada, nanti harganya dinegosiasikan lagi secara bussiness to bussiness ," ujar Hanung usai acara Pameran insiasi Produk, Sistem, dan Infrastruktur serta Moda Transportasi Baru Pertamina, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira 10, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Hanung menyatakan jika AKR dan Petronas tidak mau menyerap kelebihan tersebut maka Pertamina akan menjualnya dengan harga non subsidi.
Berbeda dengan solar, untuk memenuhi kebutuhan premium dalam negeri BUMN Migas tersebut masih melakukan impor.
"Sebagian impor itu untuk non subsidi, kalau untuk kebutuhan BBM PSO itu sudah dipenuhi oleh produksi kilang dalam negeri," kata dia.
(epi/dnl)










































