Pihak kementerian pertanian akan mengetatkan proses masuknya produk-produk benih impor, terlebih lagi setelah berlangsungnya perdagangan bebas atau ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA).
Menurut Menteri Pertanian Suswono, perdagangan bebas mau tidak mau harus harus dihadapi oleh Indonesia. Namun jangan sampai perdagangan bebas bisa memicu penyebaran penyakit berbahaya di bidang pangan ke Indonesia termasuk dari bibit.
"Jangan sampai produk pangan, ke Indonesia berpenyakit. Hasil sidak di Surabaya, ada dari Thailand dan China bibit benih padi dan jagung jumlahnya ada 130 ton," katanya di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Ia menjelaskan bibit yang mengandung penyakit berbahaya harus dimusnahakan, jika lolos ke level produksi petani akan menurunkan produksi hingga 40%.
Untuk itu semenjak 11 November 2009 lalu pihaknya telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian mengenai aturan produk pangan yang berasal dari tumbuhan wajib diperiksa melalui laboratorium.
"Kemarin kita juga memusnahkan di Bandara Soekarno Hatta, benih dari China," katanya.
(hen/dnl)











































