V-2011.
Menurut Deputi Kementerian BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi, dan Telekomunikasi Sahala Lumban Gaol, dengan rampungnya LNGRT itu maka kebutuhan gas bagi PT PLN (Persero) sebagian bakal bisa terpenuhi dalam kegiatan operasionalnya.
"Tentu ini bisa dimanfatkan dengan baik oleh PLN untuk pembangkitnya," katanya usai paparan refleksi 2009 dan proyeksi 2010 BUMN di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Sahala menambahkan, LNGRT di Jawa Barat bakal dibangun oleh perusahaan patungan antara PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Sumber pasokan gas untuk saluran gas ini rencananya akan diimpor dari Qatar.
Sementara untuk LNGRT di Sumatera Utara tersebut rencananya akan dibangun oleh PGN dengan sumber gas berasal dari LNG Tangguh, Papua.
Dalam rencana awal pemerintah bakal pembangunan LNGRT sebanyak tiga unit. Satu LNGRT akan dibangun di sekitar wilayah Jawa Timur. Sahala mengatakan, seluruh
pasokan gas dari LNGRT sebagian besar akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan PLN.
Sementara sisanya bisa digunakan untuk kebutuhan industri lainnya di dalam negeri. "PLN mendapat prioritas supaya bisa lebih sehat," ujarnya.
(ang/dnl)










































