"Kita akan jajaki itu karena kita dengar Chevron juga punya potensi gas metan di Sumsel. Kami masih menghubungi mereka. Katanya gas di sana cukup besar," ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (13/1/2010).
Selain melakukan penjajakan dengan Chevron, lanjut Dahlan, saat ini BUMN listrik tersebut juga telah mendapatkan komitmen pasokan CBM dari PT Bukit Asam (PTBA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyatakan saat ini pihaknya telah menyusun perangkat peraturan sehingga pada tahun 2011 CBM bisa digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik.
Kementerian ESDM telah menerbitkan petunjuk pelaksana berupa pencetakan buku Pedoman Pengusahaan Gas Metana Batubara dan telah melakukan finalisasi draft kontrak CBM yang memuat tentang penyesuaian term and condition.
"Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri, maka kami akan terus berkomunikasi dengan para pengusaha terkait pengembangan CBM ini," kata Darwin.
Darwin memaparkan penerbitan perangkat aturan CBM ini merupakan salah satu dari sembilan rencana aksi dalam program kerja 100 hari Kementerian ESDM. Darwin menambahkan, dalam program100 hari yang menjadi tanggung jawab ESDM mencakup empat program dengan sembilan rencana aksi.
Kesembilan rencana aksi tersebut terdiri dari tujuh aksi yang menjadi penanggung jawab langsung Kementerian ESDM, satu oleh Kementerian Negara BUMN, dan satu Kementerian Koordinasi Perekonomian.
"Kami optimis pada hari ke 100, program 100 hari departemen ESDM bisa selesai," tandasnya.
(epi/dro)











































