Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku siap jika memang ditunjuk sebagai negosiator renegosiasi modifikasi pos tarif ACFTA tersebut.
Hidayat mengatakan sebenarnya pihak Menko Perekonomian sudah mendesak dirinya untuk melakukan langkah-langkah renegosiasi. Namun dengan posisinya bukan sebagai pihak yang masuk dalam tim negosiator (Kementerian Perdagangan), hal itu tidak mungkin, tetapi jika dia ditunjuk sebagai negosiator, Hidayat mengaku siap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan secara prinsipnya perdagangan bebas tidak bisa dihindari oleh Indonesia karena dunia sudah masuk dalam era globalisasi. Namun faktanya beberapa unsur sektor industri di Tanah Air belum siap, sehingga hal tersebut perlu diakomodasi.
"Persaingan global tidak bisa dihindari, cuma kita belum siap aja," katanya.
Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahjono mengatakan sebagai salah satu pihak industri yang masuk dalam 228 pos tarif yang akan direnegosiasi tersebut sangat mendukung. Namun ia mengingatkan langkah koordinasi antar pemerintah sangat diperlukan.
"Kami dukung saya soal negosiator itu (menperin),Β tapi tetap lah ada koordinasi," katanya.
(hen/qom)










































