"Ekspor saja US$ 1 miliar (total kedua negara) mau ditingkatkan tahun ini, kalau bisa 20%, sekarang saja 10% sudah di tangan," katanya di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (14/1/2010).
Hidayat menjelaskan produk-produk hasil industri yang sangat potensial ke mesir antara lain produk furnitur, barang makanan, barang-barang elektronik, ban, dan lain-lain. Sedangkan dari sisi merek-merek produk yang akan ditingkatkan seperti merek Maspion, Indofood, dan lain-lain.
Sebelumnya Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, kemarin mengatakan proyeksi pertumbuhan ekspor Indonesia ke Mesir mencapai minimal 10% pada tahun ini. "Minimal harus 10% kenaikannya. kalau minimal 10%," kata Mari kemarin.
Data Kementerian Perdagangan menunjukan total perdagangan Indonesia dengan Mesir selama periode 2004-2008 menunjukkan peningkatan sebesar 45,2%. Tahun 2008, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 1 miliar, terdiri dari ekspor Indonesia sebesar US$ 790,7 juta, dan impor Indonesia sebesar US$ 210,0 juta.
Sementara dalam periode Januari hingga Oktober 2009, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 632,5 juta, dimana ekspor Indonesia sebesar US$ 555,1 juta dan impor dari Mesir senilai US$ 77,4 juta.
Produk utama Indonesia yang memasuki pasar Mesir di antaranya minyak kelapa sawit, serat dan benang, produk kertas, plywood, kopi, sabun, pecah belah, pakaian jadi, mebel, pupuk kimia, kapas, tetes tebu, dan produk karet seperti ban.
Produk yang diimpor Indonesia dari Mesir antara lain adalah fosfat, kapas, tetes tebu, pupuk kimia, kurma dan buah-buahan, karpet dan produk tekstil serta benang katun dan lain-lain.
(/dnl)











































