AC-FTA Tekan Margin Produsen Baja Nasional

AC-FTA Tekan Margin Produsen Baja Nasional

- detikFinance
Kamis, 14 Jan 2010 15:58 WIB
AC-FTA Tekan Margin Produsen Baja Nasional
Jakarta - Bergulirnya perdagangan bebas atau ASEAN-China Free Trade Agreement /AC-FTA (Normal Track 1/NT 1 per 1 Januari 2010) sedikit banyak akan mempengaruhi konstelasi industri baja nasional. Diperkirakan AC-FTA akan menekan margin (keuntungan) para produsen baja dalam negeri karena persaingan yang ketat terutama soal harga.

"Karena itu yang akan tertekan adalah margin," kata Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel (Persero) Irvan Kamal Hakim di kantor Krakatau Steel, Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Irvan menjelaskan kebijakan pemerintah China yang memberikan subsidi ekspor (9-13%) termasuk pada sektor baja, sedikit banyak akan mengganggu distorsi margin para produsen baja lokal. Terlebih lagi, AC-FTA telah memangkas tarif bea masuk sampai 0% untuk produk-produk baja khususnya yang masuk NT 1.

"Kalau masalah industri baja itu soal subsidi (China), asal itu bisa hilang, atau dihilangkan oleh pemerintah (upaya Indonesia), maka itu akan membantu sekali," katanya.

Ia menjelaskan dari 535 pos tarif yang telah diproduksi dalam industri baja nasional hanya kurang lebih seperlimanya yang akan diupayakan untuk direnegosiasi ulang ke forum ASEAN maupun China. Sedangkan sisanya dianggap sudah memiliki instrumen pengamanan meskipun ada beberapa yang sama sekali tidak memiliki perlindungan.

Ia mencontohkan beberapa produk baja yang sementara waktu relatif aman dari tekanan AC-FTA adalah produk-produk Hot Roll Coil (HRC) karena sudah memiliki SNI wajib sebagai penghalang non tarif dan instrumen anti dumping. Namun dengan berjalannya waktu barrier-barrier tersebut akan habis periode pemberlakuannya.

"Untuk HRC hingga 2010 tidak terpangaruh dari FTA," katanya.

Sementara untuk produk Cold Roll (CR) masih masuk dalam Sensitive List (SL) pada 2018, rencananya dalam waktu dekat akan segera diberilakukan SNI wajib, yang saat ini masih dalam proses notifikasi ke WTO.

Untuk produk-produk paku (wirerod ), relatif sudah aman karena sudah memiliki mekanisme safeguard (penambahan tarif bea masuk), meskipun memiliki batas waktu pemberlakuannya.

Sedangkan untuk produk-produk pelat, meski belum masuk dalam jadwal penurunan tarif 0% juga belum memiliki instrumen proteksi. "Ada beberapa yang sebetulnya oke-oke saja, untuk sementara waktu," katanya.

(hen/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads