Menurut Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, proyeksi peningkatan laba bersih tersebut dipicu oleh peningkatan harga komoditas tambang yang disinyalir akan menanjak sepanjang tahun tahun 2010.
"Selain itu, apapun produk hasil tambang yang dihasilkan itu pasti dibeli orang, tinggal masalah siapa yang mau beli saja," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (15/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar bisa meningkatkan kapasitas produksinya, BUMN pertambangan diminta menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2010 sebanyak Rp 9,75 triliun. Angka ini melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan capex 2009 sebesar 2,58 triliun.
Menurut Said, sebagian besar capex tersebut akan dialokasikan untuk memperkuat industri hulu di masing-masing perusahaan tambang plat merah. Perusahaan tambang milik pemerintah saat ini antara lain PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Timah Tbk dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA).
"Timah dan Antam akan investasi besar-besaran di hulu, Bukit Asam akan mencari KP baru di Kalimantan," ujarnya.
(ang/dru)










































