BUMN Perkebunan Gandeng BUMN Pupuk Bangun Pabrik Pupuk

BUMN Perkebunan Gandeng BUMN Pupuk Bangun Pabrik Pupuk

- detikFinance
Sabtu, 16 Jan 2010 12:25 WIB
BUMN Perkebunan Gandeng BUMN Pupuk Bangun Pabrik Pupuk
Jakarta - Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor industri perkebunan berencana menggandeng BUMN sektor industri pupuk untuk membangun pabrik pupuk baru di tahun 2010. Pabrik tersebut diharapkan bisa mempercepat distribusi pupuk yang selama ini terhambat.

Menurut Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, pembangunan pabrik pupuk baru ini juga diharapkan bisa melepas ketergantungan BUMN perkebunan kepada suplier pupuk yang sudah ada selama ini.

"Jadi, ini anak perusahaan antara pabrik pupuk dengan PTPN (PT Perkebunan Nusantara)," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (15/1/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Said, saat ini ada dua BUMN perkebunan yang sudah pasti akan membangun pabrik baru, yaitu PTPN IV dan V yang telah menggandeng PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Nantinya, pupuk yang dihasilkan oleh pabrik baru tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing BUMN.

"Selama ini jadwal pemupukan selalu terhambat karena pengadaan pupuk harus melalui proses yang panjang, seperti tender dan lain-lain. Kalau punya sendiri kan bisa kapan saja, begitu masuk jadwal pemupukan bisa langsung," imbuhnya.

Pabrik tersebut, rencananya akan dibangun langsung di area perkebunan masing-masing perusahaan plat merah. Dengan begitu, banyak efisiensi yang bisa didapat, seperti ongkos distribusi dan ketepatan waktu pemupukan.

Tahun ini, 14 PTPN dan PT Rajawali Nusantara menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sebanyak Rp 9,06 triliun, naik setara 50,9 persen dari capex tahun sebelumnya sebesar Rp 6,01 triliun.

"Yang utama capex ini untuk pengembangan industri hilir dan revitalisasi pabrik gula, juga pembangunan prasara penunjang pabrik dan perluasan kebun," ujarnya.

Dengan segala pengembangan tersebut, laba bersih BUMN perkebunan diharapkan bisa naik 22,89 persen menjadi Rp 2,22 triliun di tahun 2010. Hingga akhir 2009, diperkirakan laba bersih konsolidasi BUMN perkebunan sebanyak Rp 1,8 triliun.

(ang/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads