Ketua Asosiasi Periklanan Dunia Indra Abidin mengatakan kenaikan tahun iniakan didorong dari pertumbuhan di wilayah-wilayah utama di Asia seperti China, India termasuk Indonesia. Sedangkan negara-negara di dunia lainnya seperti AS, Eropa bahkan Jepang dan Korea masih dibayang-bayangi pertumbuhan negatif.
"Untuk pertumbuhan belanja iklan dunia masih tumbuh, tapi tidak sebesar Asia, terbesar pertumbuhan di India, China dan Indonesia," katanya saat dihubungi detikFinance, Minggu (17/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2010 diperkirakan pertumbuhan bisa mencapai 15% karena ekonomi tumbuh akan 5,5%. Ditopang juga oleh sektor properti, keuangan, telekomunikasi," jelas Indra.
Ia memperkirakan belanja iklan nasional pada tahun 2010 akan mendekati Rp 49 triliun terutama masih didongkrak dari sebaran media televisi, majalah dan koran, iklan luar ruangan, media digital dan situs jejaring sosial. Angka ini relatif lebih tinggi dari capaian tahun 2009 yang mencapai Rp 44-45 triliun, yang salah satu kontribusi perolehannya dari penyelenggaraan pemilu termasuk pilkada.
"Saya melihat memang untuk pilkada menjadi hal yang baru, sebagai pemasaran sosial,"katanya.
(hen/hen)











































