"Kita belum tahu persis, bagaimana kebakaran bisa terjadi. Mungkin berasal dari mesin pompa. Tangki sedang kami kosongkan," ujar Kepala Depo Pertamina Ampenan M. Suherman, di Mataram, Senin setelah api berhasil dipadamkan.
Menurut dia, tangki nomor 3 yang terbakar itu terakhir dicek rutin setahun lalu. Namun, pihaknya menengarai, tangki bocor karena air pelindung yang terisi pada dinding tangki selalu berkurang drastis.
"Saat kebakaran terjadi, tangki kami perkirakan hanya terisi 50 ribu liter," kata Suherman.
Ia memastikan, pasokan BBM untuk pulau Lombok tak akan terganggu, akibat insiden ini. Saat ini, kapal tanker tengah berlabuh, dan siap memindahkan Premium yang dibawa. Tiap hari kebutuhan premium di Lombok mencapai 650 kiloliter. Soal kerugian, Suherman belum bisa memastikannya.
"Yang pasti, pasokan masih aman. Tidak ada masalah. Jam dua ini, pasokan ke SPBU sudah normal kembali," katanya.
Sementara itu, pantauan detikFinance , sejumlah SPBU di Kota Mataram diserbu para pengendara. Antrean melubar ratusan meter hingga luar area SPBU. Para pengendara khawatir premium akan langka, menyusul kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Ampenan.
(dnl/dnl)










































