Demikian disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (19/1/2010).
Hatta menyatakan sejauh ini laporan yang diterimanya baik dari DJBC maupun tim pengawasan AC-FTA sudah berjalan sangat baik dalam melakukan perlindungan terhadap industri-industri di Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya ingin melihat langsung proses pengawasan tersebut.
"Saya ingin menyampaikan terhadap sore ini kita akan melihat di DJBC, apakah terjadi kenaikan terhadap impor. Jika terjadi, maka early warning system akan bekerja, label yang harus diwajibkan Bahasa Indonesia sudah jalan, SNI juga diperketat surat keterangan asal baik dari Indonesia maupun yang masuk. Tim memperketat pengawasan agar tidak terjadi penyelundupan, yang tim telah lakukan sangat baik," ujarnya.
Rencananya kelima menteri yang akan berkunjung adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian MS. Hidayat, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Mereka akan datang ke Pelabuhan Tanjung Priok pukul 15.00 WIB.
(nia/dnl)











































