Demikian disampaikan Senior Ekonom Deutsche Bank Taimur Baig dalam Global Economic Outlook Conference Series 2010 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (19/1/2010).
"Pertumbuhan ekonomi global yang mulai pulih, memungkinkan Indonesia untuk membangun ketahanan ekonominya terhadap akibat dari krisis keuangan global. Deutsche Bank menargetkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh 5,5% pada 2010," kata Baig.
Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,5% disumbang oleh sektor investasi dan perdagangan. Setelah satu tahun sebelumnya, ekonomi, sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi.
"Sektor pertanian dan manufaktur yang semakin kokoh sepanjang tahun lalu, perekonomian Indonesia melangkah ke 2010 dengan pijakan yang kuat," jelasnya.
Tingkat inflasi juga terjadi koreksi. Angka yang sajikan Deutsche Bank tetap berada di kisaran 4-6% sesuai prediksi Bank Indonesia. Namun angka rata-ratanya dapat mencapai 6% pada tahun ini.
"Tekanan terhadap harga akan meningkat, karena penyesuaian biaya administratif dan peningktan harga komoditas. Penguatan rupiah akan menjadi Rp 9.130 per dolar AS pada tahun 2010," paparnya,Β
Selain itu, Bank Indonesia diprediksi akan menaikkan suku bunganya (BI Rate) menjadi 7,5% hingga akhir tahun 2010.
Tahun ini, pertumbuhan kredit akan terjaga dan cenderung meningkat. Peningkatan dapat mencapai 18%, yang sebagian besar disebabkan peningkatan belanja pemerintah, khususnya sektor infrastruktur serta perdagangan dan komoditas.
"Secara global, pertumbuhan PDB dunia mencapai 3,9% di tahun 2010. Sementara AS diprediksi akan tumbuh 3,6%, Jepang diperkirakan tumbuh 1,1%, dan pertumbuhan negara Uni Eropa 1,5%," imbuhnya.
(wep/dnl)











































