Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, selama ini BUMN perkebunan masih mengekspor bahan baku seperti minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).
"CPO yang selama ini dieskpor sebagian akan diolah menjadi minyak goreng, oleokimia dan industri surfaktan," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2010).
Selain itu, menurut Mustafa, batang sawit yang selama ini belum diekspor akan diolah terlebih dahulu particle board sehingga menjadi produk yang layak ekspor.
Ia mengatakan, produk karet yang selama ini diekspor masih berupa bahan baku akan diolah terlebih dahulu menjadi produk ban sepeda motor dan produk karet kebutuhan industri otomotif lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhir september tahun 2009 lalu, produk ekspor BUMN perkebunan yang dikirim ke China antara lain CPO sebanyak 1,9 juta ton senilai US$ 1,17 juta, karet sebanyak 371.068 ton setara US$ 526.000 dan kakao sebanyak 5.283 ton senilai US$ 11.569.
(ang/epi)











































