Anggota DEN Rinaldi Dalimi mengatakan, selama ini sebagian besar batubara yang dihasilkan dalam negeri dijual ke luar negeri melalui ekspor. Padahal, kebutuhan dalam negeri sendiri masih cukup besar.
"Usulan ini kita berikan agar cadangan batubara bisa disimpan untuk kebutuhan di masa yang akan datang," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2010).
Menurut Rinaldi, hingga saat ini usulan tersebut sedang digodok oleh DEN sebelum akhirnya nanti diserahkan kepada pemerintah. Ia menargetkan, usulan tersebut sudah bisa matang di bulan Februari 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka tingkat produksi saat ini 250 juta ton per tahun, baru akan mencapai titik impas 20-30 tahun lagi," ujarnya.
Selain penghentian ekspor batubara, DEN juga mengusulkan pengutamaan pemakaian gas untuk pabrik pupuk dalam negeri, target pemakaian energi terbarukan dalam bauran energi nasional sebesar 75 persen pada 2050, dan pemanfaatan energi nuklir.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Direktur Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Bambang Setiawan enggan berkomentar mengenai usulan tersebut.
"Saya belum bisa berkomentar karena belum ada informasi resmi kepada saya mengenai hal ini, apakah ini sudah jadi usulan resmi dari DEN kepada pemerintah," ujar Bambang saat dikonfirmasi detikFinance.
(ang/epi)











































