Menkeu: Jangan Bermain-main dengan Defisit
Selasa, 20 Apr 2004 13:38 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Boediono berharap pemerintah sekarang maupun mendatang jangan lagi bermain-main dengan masalah defisit anggaran. Pasalnya jika defisit terus meningkat maka Indonesia akan hancur. "Kalau ketekoran (defisit) terus meningkat maka kita tinggal menunggu kehancuran. Makanya ketekorannya jangan meningkat," kata Boediono di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (20/4/2004).Dia juga menegaskan dalam rangka menciptakan fiskal sustainability, defisit anggaran harus secara bertahap dikurangi, termasuk mengurangi stock utang. "Memang ada perbedaan di kalangan ekonom, kenapa kita tidak memberikan defisit yang lebih besar untuk memberikan stimulus. Tapi pilihan ini hanya bisa diberlakukan bagi keadaan yang normal," kata Boediono.Menurutnya dengan beban utang Indonesia yang masih diatas 60 persen diatas PDB sebenarnya tak ada pilihan lain untuk memainkan defisit anggaran, seperti pandangan para ekonomi dimana defisit dinaikkan untuk memberikan stimulus. "Kalau utangnya 20-30 persen maka kesempatan untuk memain-mainkan defisit masih ada. Tapi bagi kita, tak ada lagi pilihan untuk itu," tegasnya.Boediono menekankan keuangan negara harus terus dijaga karena merupakan jangkar perekonomian nasional. Oleh karena itu dia berharap pemerintah mendatang tetap melanjutkan kebijakan pengendalian defisit tersebut. Sementara itu Kepala Badan Analisa Fiskal Depkeu Anggito Abimbanyu menyebutkan dengan adanya amandemen UU Perpajakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengkompensasi penerimaan yang kemungkinan akan berkurang. Dia sendiri optimis dengan adanya reformasi administrasi perpajakan, maka penerimaan perpajakan yang hilang akibat penyederhanaan dan penurunan tarif dapat dikompensasi.
(nit/)











































