"Kita sudah bisa melihat sejumlah tanda-tanda 'bubble' dan tanda-tanda ketegangan pada perekonomian China, terutama di sektor perumahan," jelas Andrew Burns, kepala proyeksi makroekonomi Bank Dunia seperti dikutip dari AFP, Kamis (21/1/2010).
Badan Pusat Statistik (BPS) China hari ini mengumumkan perekonomian China mulai melesat pada kuartal IV-2009, dengan angka pertumbuhan mencapai 10.7%. Dengan angka pertumbuhan ekonomi 2009 sebesar 8,7%, berarti melampaui target pemerintah China sebesar 8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun lonjakan perekonomian itu juga memunculkan kekhawatiran seputar inflasi. Pada Desember 2009, inflasi China mencapai 1,9%.
"Tahun 2009 merupakan masa yang sulit bagi pembangunan ekonomi China pada abad baru," ujar Ma Jiantang, pimpinan BPS China.
Berdasarkan laporan tahunan Bank Dunia "Global Economic Prospect 2010", perekonomian China diperkirakan tetap memimpin pertumbuhan ekonomi global pada 2010 pada tingkat 9%, sementara perekonomian dunia tumbuh 2,7%.
Pemerintah China sendiri tampaknya memang sudah mulai melihat tanda-tanda ekonominya semakin 'bubble'. Untuk menghindari 'overheated', otoritas China dikabarkan mulai mengerem kucuran kredit.Β Chairman dari China Banking Regulatory Commission, Liu Mingkang mengatakan, China akan meredam kucuran kredit setelah melonjak tajam pada tahun lalu. Namun otoritas bank tidka punya rencana untuk menghentikan kredit, karena langkah tersebut hanya ditujukan untuk mendinginkan perekonomian China agar tidak kepanasan.
(qom/dro)











































