Darwin Saleh Bantah DEN Usulkan Stop Ekspor Batubara

Darwin Saleh Bantah DEN Usulkan Stop Ekspor Batubara

- detikFinance
Kamis, 21 Jan 2010 10:54 WIB
Jakarta - Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Darwin Saleh membantah adanya usulan DEN untuk penghentian ekspor batubara secara bertahap.

"Tidak ada rencana DEN untuk penghentian ekspor batubara," ujar Darwin dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (21/1/2010).

Menurut Darwin, DEN melihat saat ini kegiatan ekspor batubara yang dilakukan pemerintah masih cukup besar sehingga DEN merekomendasikan agar hal direview.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Batubara relatif banyak diekspor. Tapi yang  penting  pasokan batubara di dalam negeri tetap terjamin," kata Darwin yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri ESDM.

Darwin menambahkan saat ini DEN tengah menyusun Kebijakan Energi Nasional yang ditargetkan selesai pada bulan Maret 2010. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional untuk mendukung pembangunan nasional berkelanjutan dan menjadi panduan bagi seluruh sektor dalam menyusunnya terkait dengan energi.

Beberapa isu lintas sektor yang sudah diidentifikasi saat ini antara lain harga energi, pembiayaan infrastruktur energi, pemanfatan sumber daya energi di kawasan hutan lindung, penurunan emisi dari sektor energi, efisiensi pemanfaatan energi di sektor transportasi, alih teknologi dan pengembangan teknologi domestik di sektor listrik, pengembangan energi terbarukan, alokasi gas untuk energi dan non energi (pupuk) dan depletion premium.

"Selain itu, kita juga rumuskan langkah-langkah percepatan penyelesaian krisis listrik yang tengah terjadi," katanya.

Anggota DEN Rinaldi Dalimi dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI sebelumnya mengatakan, DEN mengusulkan penghentian ekspor batubara secara bertahap kepada pemerintah. selama ini sebagian besar batubara yang dihasilkan dalam negeri dijual ke luar negeri melalui ekspor. Padahal, kebutuhan dalam negeri sendiri masih cukup besar.


(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads