2006, Pertumbuhan Investasi Capai 9,2 Persen

2006, Pertumbuhan Investasi Capai 9,2 Persen

- detikFinance
Selasa, 20 Apr 2004 15:28 WIB
Jakarta - Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan investasi pada 2006 bisa mencapai 9,2 persen atau meningkat tajam dibandingkan 2004 yang hanya diperkirakan 2,8 persen dan 2005 yang diperkirakan 5,5 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi 2006 bisa mencapai 5,5 persen atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2004 dan 2005 yang masing-masing 4,5 persen dan 5 persen.Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjara-jakti di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (20/4/2004).Namun dia tak menjelaskan secara rinci bagaimana pemerintah bisa mencapai investasi sebesar. Selain itu, Djatun juga mengungkapkan pertumbuhan ekspor non migas 2006 diperkirakan bisa mencapai 6,2 persen, pertumbuhan sektor pertanian 2,6 persen dan pertumbuhan industri pengolahan 7,5 persen yang semuanya dijadikan sebagai indikator pemulihan sektoril. Sementara mengenai indikator stabilitas ekonomi untuk laju inflasi pada 2006 diproyeksikan akan mencapai 5,5 persen dan defisit APBN kurang dari 0,1 persen. Sedangkan nilai tukar rupiah Rp 8.600 per dolar AS, stok utang pemerintah 46,9 persen dari PDB dan cadangan devisa US$ 33,3 miliar. Dia juga menjelaskan untuk jangka menengah pemerintah akan berusaha menjaga stabilitas ekonomi lewat peningkatan penerimaan negara melalui pembaharuan administrasi pajak dan kepabeanan, meningkatkan efektifitas pengeluaran negara lewat penghapusan subsidi, mengembangan lembaga keuangan lewat jaring pengaman sektor keuangan dan menjaga kredibilitas pemerintah dengan melaksanakan rencana kerja pemerintah pusat dan pemda."Kita juga akan menjaga agar tak terjadi lonjakan harga, khususnya bahan makanan pokok, memangkas timbulnya biaya tinggi dalam distribusi barang terutama pungutan pada jalur transportasi dan mengembangkan cadangan persediaan bahan makanan pada daerah minus dan terpencil," ujarnya.Sementara untuk mendorong sektoril, pemerintah berusaha untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. (nit/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads