Pemerintah Mendatang Harus Mampu Dorong Program Industrialisasi
Selasa, 20 Apr 2004 15:52 WIB
Jakarta - Ekonom Universitas Indonesia Aditiawan Chandra mengatakan kabinet pada pemerintahan mendatang harus mendorong program industrialisasi agar ekonomi dapat berkembang dan menampung banyak tenaga kerja. Alasannya kabinet saat ini telah meletakkan stabiliasasi ekonomi sehingga kabinet ke depan harus membuat terobosan dalam program industri."Kabinet ke depan tak perlu lagi melakukan stabilisasi ekonomi karena itu sudah dibuat pemerintah Mega. Yang penting kabinet ke depan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama sektor riil untuk meningkatkan investasi," katanya di Gedung Danareksa, Jakarta, Selasa (20/4/2004).Menurutnya program industrialisasi sangat penting karena selain menampung banyak tenaga kerja, juga bisa meningkatkan produk-produk Indonesia ke pasar ekspor. Program itu nantinya juga bisa sejalan dengan pertumbuhan di pasar modal yang saat ini lebih cepat perkembangannya ketimbang sektoril. Dia juga menilai ke depan Indonesia perlu pemimpin yang berani membuat terobosan dalam rangka efisiensi dan meningkatkan kas APBN. "Nantinya pemimpin tak hanya membuat kebijakan yang populis tapi harus berani membuat kebijakan yang tak populis dalam rangka efisinsi. Ini pernah dilakukan di zaman Gus Dur yang berani memangkas departemen-departemen yang tak efisien," katanya.Ditambahkan jika kabinet ke depan membuat terobosan maka akan mudah mengundang investor asing masuk ke Indonesia. Sementara itu ekonom Danareksa Research Institute Steve Susanto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini tak akan tergangu meskipun ada pemilu. Malahan ekonomi Indonesia diprediksi akan lebih tinggi pertumbuhannya yang semula diperkirakan 4,5 persen.Menurutnya meski tahun ini kegiatan politik lebih dominan, tapi pelaku ekonomi optimis secara fundamental ekonomi Indonesia tak akan lebih buruk. Malah pasar memprediksi kegiatan ekonomi akankembali normal setelah pelaksanaan Pemilu dan akan bertambah baik jika presiden terpilih disukai pasar.
(nit/)











































