"Program 100 hari bukan satu-satunya program. Ini bagian program 5 tahun. Kalau program 100 hari berhasil bisa menjadi semacam jaminan program 5 tahun bisa berhasil," ujarnya dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Patimura Raya, Jakarta, Kamis (21/1/2010)
Ia mengatakan, telah terlaksana pemberdayaan air minum di 1.026 lokasi/kawasan sanitasi di 61 lokasi serta pelaksanaan fisik air minum di 1.379 lokasi/kawasan dan sanitasi di 58 lokasi. "Program ini selesai 100 persen," katanya.
Pencapaian itu terkait program peningkatan kesehatan lingkungan berupa pembangunan sarana air minum di 1.379 lokasi/kawasan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pembangunan sanitasi di masyarakat 61 lokasi.
Selain itu, ia menambahkan, pihaknya telah meningkatkan kondisi jalan sepanjang 362 km di Sumatera dan 327 km di Sulawesi atau setara 99 persen dari target 695 km.
Hal ini terkait program peningkatan kapasitas jalan lintas Sumatera dan Sulawesi sepanjang 695 km sebagai bagian dari pembangunan jalan lintas Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua sepanjang 19.370 km dalam 5 tahun.
Menurutnya, akhir Desember 2009 Kementerian PU telah membuka aliran banjir kanal timur (BKT) dengan pembebasan tanah dan galian saluran sepanjang 1.310 meter.
"Akhir 2009 sudah dilakukan penggalian terakhir dan air sudah mengalir ke laut. Namun di beberapa lokasi, pembebasan tanah masih sulit dilakukan, jadi lebar kanal belum seperti seharusnya," ungkapnya.
Terkait dengan program peningkatan tingkat hunian rusunawa yang sedang maupun sudah dibangun dari 40 persen menjadi 80 persen, menurutnya saat ini sudah terhuni sebanyak 8.506 unit (89,5 twin block ) rusunawa.
Sementara, program sosialisasi bantuan dan PNPM mandiri dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi rumah di Sumatera Barat dan Jawa Barat. Menurut Djoko, sudah dilakukan pencairan dan pemanfaatan BLM PNPM untuk 185 kelurahan di Sumatera Barat.
Ia mengatakan, terkait program peningkatan layanan transportasi bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pasca konflik, saat ini penetapan lokasi dan identifikasi kebutuhan infrastruktur pada 96 lokasi serta program peningkatan infrastruktur permukiman pada 60 lokasi sudah dilakukan.
Ia mengatakan, pihaknya juga sedang membuat perencanaan teknis rinci di 20 lokasi dan outline plan di 33 lokasi untuk perbaikan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan dengan mengutamakan penyediaan sarana air bersih dan pabrik es oleh pemerintah serta pembenahan sistem rantai dingin mulai dari penyortiran di laut sampai dengan di tempat pemasaran.
(ang/dnl)











































