Bulog Siap Lepas 300.000 ton untuk OP Beras

Bulog Siap Lepas 300.000 ton untuk OP Beras

- detikFinance
Kamis, 21 Jan 2010 12:57 WIB
Bulog Siap Lepas 300.000 ton untuk OP Beras
Jakarta - Perum Bulog menyatakan siap melepas 300.000 ton beras dari cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 500.000 ton lebih dalam rangka operasi pasar (OP). Hingga saat ini Bulog telah melepas sebanyak 186 ton beras dalam rangka OP.

"300.000 ton harusnya minggu-minggu ini," kata Dirut Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso disela-sela acara kunjungan Pasar Cipinang, Jakarta, Kamis (21/1/2010).

Ia mengatakan dari CBP yang dimiliki Bulog, sebanyak 300.000 ton akan difokuskan untuk digelontorkan sebagai OP, sedangkan sisanya akan digunakan sebagai antisipasi kebutuhan bencana sebanyak 200.000 ton lebih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang sudah dipakai untuk operasi pasar 186 ton yaitu di   Mataram, DIY, DKI Jakarta dan  Jayapura," katanya.

Dikatakannya, OP juga akan dilakukan terhadap wilayah-wilayah yang sudah memiliki potensi kenaikan harga beras yang wajar. Bahkan kata dia wilayah Banten akan menjadi salah satu tujuan OP dalam waktu dekat. Mengenai harga jual beras OP Bulog untuk wilayah Jawa sebesar Rp 5230 per kg sedangkan untuk luar Jawa sebesar Rp 5400 per kg (harga gudang).

Seperti diketahui pemerintah telah menurunkan batas minimal kenaikan harga beras sebagai dasar diberlakukannya OP yaitu dari kenaikan harga beras minimal 25% menjadi 15%. Sehingga dengan demikian proses OP tidak harus menunggu sampai harga lebih tinggi lagi.

Berdasarkan data kementerian perdagangan, secara nasional harga rata-rata beras bulan Januari 2010 mengalami kenaikan  sebesar 7,7% dibandingkan dengan harga rata-rata bulan Desember 2009 yaitu Rp 6145 per kg menjadi Rp 6250 per kg.

Daerah yang mengalami kenaikan dari batas harga toleransi atau diatas 15% yaitu Mataram sebesar 31,13%, Jayapura 22,31%, Palembang 16,74% dan Banten 15,41%. Sedangkan daerah yang perlu diwaspadai kenaikannya harganya yaitu Bengkulu 14,88%, Mamuju 13,87% dan Denpasar 12,28%.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads