"Term of Reference (ToR) dan fokus grupnya sudah ada, tinggal ke lapangan diharapkan semester I tahun ini sudah selesai," kata Anggota IV BPK bidang Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Lingkungan Hidup, Ali Masykur Musa saat ditemui di Kantor BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (21/1/2010).
Menurut Ali, audit ini masuk dalam audit tematik karena tiga alasan. Pertama karena besarnya anggaran, lalu kedua adanya kendala dalam penggunaan anggaran meskipun pembagiannya sudah ditetapkan di panitia anggaran DPR, Ketiga, sempitnya waktu penggunaan anggaran sebesar Rp 12,2 triliun tersebut.
"Dalam pencairannya kami melihat ada kebingungan apakah anggaran tersebut akan digunakan untuk infrastruktur di Kabupaten, Kota, Provinsi atau Nasional dan dalam waktu tiga bulan, dana yang besar tersebut habis tidak," papar Ali.
Ali mencontohkan, dalam audit tersebut pihaknya akan membandingkan alokasi dana yang digunakan untuk membangun jalan dengan realisasi pembangunan jalan tersebut di lapangan.
"Kita akan mengukur, berapa anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan dan berapa kilometer yang sudah di jalankan. Kita audit di lapangan," tandasnya.
(epi/dnl)











































