Pemerintah Dinilai Makin Hobi Ngutang

Pemerintah Dinilai Makin Hobi Ngutang

- detikFinance
Sabtu, 23 Jan 2010 12:28 WIB
Pemerintah Dinilai Makin Hobi Ngutang
Jakarta - Pemerintah dinilai makin suka berutang dengan kedok untuk menutup defisit anggaran guna membiayai pembangunan, namun nyatanya utang-utang yang diambil pemerintah tidak seluruhnya digunakan untuk kegiatan yang produktif.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR Arif Budimanta dalam pesan singkatnya, Sabtu (23/1/2010).

"Pemerintah makin hobi berutang dengan kedok peristilahan defisit APBN. Defisit APBN 2009 lalu diproyeksikan 2,4% atau sebesar Rp 129,8 triliun. Untuk menutupi pembiayaan maka ditutup melalui penerbitan surat utang negara (SUN) Rp 125,2 triliun sampai dengan November 2009. Namun realisasi pemakaian hanya Rp 87,2 triliun. Artinya kita utang dan bayar bunga untuk Rp 125,2 triliun, tetapi yang dipakai untuk kegiatan produktifnya hanyalah 69,64%," tuturnya.

Arif mengatakan, kelebihan pembiayaan sebesar Rp 38 triliun yang menjadi surplus anggaran 2009 hanya akan meningkatkan rekening pemerintah di BI. Padahal dana Rp 38 triliun tersebut berasal dari utang.

"Untuk itu maka pemerintah harus menakar ulang kembali prinsip-prinsip pmbiayaan pembangunan yang ditutup dari defisit khususnya terhadap target defisit anggaran 2010 sbesar 2,2% atau Rp 128,7 triliun," kata Arif.

"Jangan utang ini kemudian dipakai sebagai eufimisme terhadap kata lain penambahan utang baru indonesia yang sampai saat ini sudah mencapai lebih kurang Rp 1.700 triliun," tutupnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads