Triwulan I 2004, Investasi PMA Capai US$ 1,5 Miliar

Triwulan I 2004, Investasi PMA Capai US$ 1,5 Miliar

- detikFinance
Rabu, 21 Apr 2004 15:59 WIB
Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Theo F. Toemion mengatakan sepanjang Januari-Maret 2004 pemerintah telah menyetujui 209 proyek penanaman modal asing (PMA) dengan nilai investasi US$ 1,509 miliar. Selain itu disetujui pula 22 proyek penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp 5,690 triliun. Persetujuan PMA itu lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2003 yang mencapai US$ 2,561 miliar untuk 245 proyek. Sementara untuk PMDN, kendati periode yang sama tahun sebelumnya jumlah proyek mencapai 41 namun nilai yang disetujui masih lebih rendah dibanding pencapaian triwulan I 2004. Saat itu hanya tercatat Rp 3,616 triliun. Dari data yang dikeluarkan BKPM Rabu (21/4/2004), selain 209 proyek PMA yang disetujui triwulan I 2004 pemerintah juga menyetujui 53 proyek persetujuan perluasan usaha PMA yang sudah ada. Adapun nilai investasinya sebesar US$ 672,2 juta. Sementara untuk proyek alih status tercatat 25 buah dengan nilai US$ 412,8 juta. "Kondisi ini memperlihatkan Indonesia diminati investor asing, perusahaan PMA yang ada juga tetap dapat berkembang dan dapat memperluas usahanya di Indonesia," kata Theo.Dijelaskan untuk triwulan I 2004 jenis usaha yang diminati inevstor asing, diantaranya perdagangan dan reparasi yang mencapai 72 proyek, jasa lainnya 36 proyek, industri logam, mesin dan elektronik 17 proyek serta hotel dan restoran yang mencapai 16 proyek. Sementara jumlah investasi yang menonjol adalah isdustri logam, mesin dan elektronik yang mencapai US$ 538,9 juta, konstruksi US$ 282,2 juta, hotel dan restoran US$ 263,7 juta, dan industri makanan US$ 174,8 juta. Sedangkan lokasi yang diminati PMA paling banyak di Jawa Barat, DKI Jakarta, Kepulauan Bangka Belitung dan Banten. Sedangkan negara asal yang menonjol Jepang, Inggris, Brazil dan Korea Selatan.Sementara untuk PMDN, selain 22 proyek yang disetujui juga terdapat 28 proyek persetujuan perluasan usaha perusahaan PMDN yang sudah ada dengan investasi Rp 2,57 triliun. Sedangkan proyek yang alih status mencapai 3 proyek dengan nilai Rp 674 miliar. Untuk PMDN, menurut Theo, bidang usaha yang diminati antara industri makanan sebanyak 5 proyek, industri karet dan plastik sebanyak 4 proyek dan transportasi, gudang dan komunikasi, industri kertas dan percetakan, industri logam, mesih dan elektronik masing-masing 3 proyek dengan nilai investasi yang paling menonjol di industri makanan Rp 3,155 triliun. Sedangkan lokasi yang paling diminati adalah Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Banten. Untuk PMDN ini penyerapan tenaga kerja diperkirakan mencapai 19.120 orang dan penyerapan tenaga kerja asingnya mencapai 134 orang. (nit/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads