Perubahan iklim telah menyebabkan terjadinya gagal panen di India, termasuk komoditas gula. Kemudian tingginya angka penggunaan tebu sebagai bahan baku gula sebesar 57% untuk keperluan industri biodiesel di Brazil.
"Padahal, kedua negara ini memasok 40% produksi gula dunia," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, M Jafar Hafsah kepada detikFinance, Minggu (24/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua tahun terakhir, konsumsi gula dunia melampaui produksi gula dunia," ujarnya.
Produksi gula dunia pada tahun 2009 tercatat sebanyak 153,27 juta ton, naik 5,35 juta ton (3,61%) dibanding tahun 2008 sebanyak 147,92 juta ton. Konsumsi gula dunia di 2009 sebanyak 158,5 juta ton, naik tipis 1,46 juta ton (0,92%) dari tahun 2008 sebanyak 157,04 juta ton.
Pada tahun 2008, dunia kekurangan pasokan gula sebanyak 9,12 juta ton, sedangkan di 2009 kekurangan pasokan gula dunia sebanyak 5,23 juta ton.
Meskipun rasio peningkatan produksi sudah diupayakan lebih besar ketimbang pertumbuhan konsumsi, namun angka produksi gula dunia belum bisa mengejar angka konsumsi gula dunia, khususnya dalam dua tahun terakhir. Hal itu mendorong kenaikan harga gula di pasar internasional.
"Harga gula di bursa berjangka London untuk pengapalan Maret 2010 tembus US$ 694 per ton. Itu belum termasuk biaya pengapalan dan premium," jelas Jafar.
Â
Â
(dro/dro)











































