32 Investor Ngantre Bangun Pabrik Gula

32 Investor Ngantre Bangun Pabrik Gula

- detikFinance
Senin, 25 Jan 2010 11:14 WIB
32 Investor Ngantre Bangun Pabrik Gula
Jakarta - Kementerian Perindustrian mencatat 32 calon investor baru telah berkomitmen untuk membangun pabrik gula di Tanah Air. Mereka merupakan investor lokal yang akan membangun pabrik gula rafinasi maupun raw sugar mulai tahun 2010 ini.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan masuknya investor baru ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam program revitalisasi industri gula nasional yang produksinya semakin terpuruk. Selain itu pabrik-pabrik baru yang saat ini sudah ada akan direvitalisasi termasuk masalah permesinan dan peremajaan lahan.

"Per hari ini ada 32 investor yang sudah siap dan komit yang akan mebangun pabrik gula baru," katanya saat ditemui di kantornya dalam acara seminar revitalisasi pabrik gula di Jakarta, Senin, (25/1/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakannya, saat ini sudah ada 400.000 hektar lahan tebu yang telah dimanfaatkan oleh 51 pabrik gula diantaranya 41 milik BUMN dan 10 milik swasta. Maka dengan adanya investor baru ini setidaknya dibutuhkan lahan tebu baru sebanyak 300.000 hektar.

"Dijawab oleh pemerintah, bahwa menhut dan mentan sedang mengatur pengadaan lahan terlantar sebanyak 500.000 hektar," katanya.

Ia menjelaskan dengan kondisi pabruk gula yang sudah ada saat ini maka nantinya para pabrik gula baru tersebut akan fokuskan dibangun di luar Jawa seperti Sulawesi,  Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan  Papua.

Seperti diketahui pada tahun 1930-an diera kolonial, Indonesia menjadi salah satu produsen gula terbesar kedua di dunia setelah Kuba dengan memproduksi 3 juta ton gula pertahun. Setelah proses nasionalisasi diera tahun 1950-an produksi gula nasional terus merosot, titik terendah terjadi pada tahun 2003 hanya memproduksi 1,62 juta ton.

"Untuk menggapai swasembada gula nasional 2014 dengan meningkatkan produksi nasional dari 2,55 juta ton pada 2009 menjadi 5,7 juta ton pada 2014," imbuhnya.

Pemerintah menargetkan pada tahun 2014 Indonesia sudah berswasembada gula sehingga sudah tidak akan mengimpor gula lagi. Pada tahun 214 kebutuhan gula diproyeksikan mencapai 5,7 juta ton yang mencakup 2,96 juta ton gula konsumsi masyarakat dan 2,74 juta ton untuk gula industri.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads